Hawa di musim panas biasanya sangat panas sampai-sampai kita tidak bias tidur, apalagi kalau sampai digigit nyamuk. Sangat mengganggu, kan? Apakah hanya itu?

Bagian yang digigit nyamuk akan terasa sangat gatal sehingga kita tidak dapat menahan diri untuk tidak menggaruknya. Mulut nyamuk bentuknya seperti sedotan tipis yang tajam. Apabila sedotan ini menusuk ke dalam kulit, nyamuk akan mengisap darah kita seperti menyedot minuman. Setelah itu nyamuk akan meninggalkan sedikit air liurnya di dalam kulit untuk menutupi bagian tempat ia telah mengisap darah kita.

Dalam liur nyamuk ada zat yang menimbulkan alergi pada kulit sehingga kita merasa gatal. Selain itu gigitan nyamuk dianggap luka, sehingga tubuh mengeluarkan zat histamine pada bagian yang terluka itu.

Histamin memperbesar pembuluh darah kecil sehingga darah banyak mengalir ke bagian itu.

Dengan dikeluarkannya histamine, sel-sel darah seperti sel darah putih, sel darah merah, dan cairan limpa berkumpul di bagian bekas gigitan nyamuk sehingga membentol dan berwarna kemerahan.

Apakah Ada Gunanya Kalau Kita Mengolesi Bekas Gigitan Nyamuk Dengan Air Liur?!

Jika kita mengolesi bekas gigitan nyamuk dengan air liur, rasa gatal untuk sementara akan berkurang. Ini karena air liur mengandung zat alkali yang dapat menetralkan luka akibat gigitan nyamuk. Tetapi air liur juga dapat memperparah luka atau menyebabkan infeksi karena dalam 1 ml air liur terkandung lebih dari 1 juta mikroorganisme.

*100 Hal Yang Bikin Syok book*